Martabak Keju Idaman

Ceritanya ada yang lagi pengen makan martabak keju ni…siapa tu siapa? Yaitu saya sendiri…Udah beberapa hari ini rasanya kangen pengen mencicipi makanan yang satu itu. Kurang lebih dua hari yang lalu saya bilang ke suami agar dibelikan martabak keju. Karena penjual martabak keju biasanya buka di sore hari akhirnya ditunggulah waktu sore tiba. Ternyata qodarulloh sore itu hujan hingga malem. Saya pun mengurungkan niat untuk membelinya sebab kasihan pada suami jika harus berhujan-hujan ria. Menyesal pasti ada, tapi ya ngga papa lah,..insya Alloh besok aja belinya.

Hari esok pun tibalah dan keinginan untuk makan martabak keju itu agaknya tidak hilang, bahkan semakin bertambah ^_^ .Dan ternyata hari itu suami malemnya ada acara kajian. Saya tidak ikut dan akhirnya suami mengajak salah seorang tetangga  yang tertarik untuk tholabul ‘ilm. Sebelum berangkat saya berpesan agar jangan lupa nanti pulangnya beli martabak keju. Kutunggu dan kunanti datangnya martabak keju,..suamiku ternyata baru pulang sekitar jam setengah 11 malam. Ternyata diluar dugaan, suamiku lupa membelinya, apalagi hari sudah agak larut sehingga penjualnya mungkin juga udah tutup. Dengan setengah menyesal suamiku membujukku untuk minta dibelikan yang lain aja. Ia menawarkan beberapa makanan, mulai dari nasi goreng, hingga wedang ronde. Tapi aku menolak…selain ngga pengen ya  juga karena aku sedikit merajuk  juga (he..,hee). Habis, udah ditungguin eh,,ternyata ngga ada juga.

Nah, hari ini ni…saya berharap akan bisa makan martabak keju. Dan…ternyata…hari ini adalah jadwal dinas malam suamiku. Sebelum berangkat tadi suami juga nawarin buat belikan martabak keju, tapi aku menolak dan berniat membeli sendiri aja. Tapi pembaca, jika aku beli sendiri berarti suamiku ngga ikut makan dong,..kan lagi dines malem. Ah, nanti kasihan suamiku ngga bisa bareng ikut makan martabak kejunya. Akhirnya hari ini pun qodarulloh aku urung beli itu martabak keju…T.T

~~~

Meskipun hanya sebuah martabak keju, jika kita belum diijinkan oleh Alloh Ta’ala untuk mencicipinya ya kita belum bisa mencicipinya….

Demikian juga dalam segala hal dalam kehidupan ini pastilah sudah ditentukan, tinggal kita bersabar menanti segala yang belum bisa terwujudkan…

Keep Bersabar, berusaha n berdoa…

Faidza Azamta Fa Tawakkal ‘Alallah

***kabulkanlah ya Rabb,..amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s