Buat yang udah nikah: baca ini ya…

Ketika tersadar ternyata kita sudah di penghujung bulan Maret. Ternyata juga diriku belum memposting tulisan di bulan ini. Hmm posting apa yah..?

Ah, cerita kejadian hari ini aja ya…

Awalnya diriku membaca tulisan seseorang di internet. Yang kutahu, seseorang tersebut masih lajang. Dan orang tersebut menuliskan sesuatu tentang bagaimana seorang suami harus senantiasa tersenyum dan bermuka manis di depan istri dan anak – anaknya. Intinya begitulah kira-kira…

Lalu ada lagi tulisan seseorang (yang ini seorang wanita-lajang juga) yang mungkin ingin memberikan nasihat atau mungkin tausiah bagi dirinya sendiri dan juga orang lain. Bahwa seorang istri haruslah bersyukur atas diri dan pemberian suaminya. Kira-kira begitulah…

Hmm kedua tulisan itu mencerminkan kondisi ruhiyah seseorang yang sedang berorientasi menapaki jenjang pernikahan..

Ketika kita sedang dekat dengan orang yang sedang proses hendak melangsungkan pernikahan, “ada hawa tertentu”  yang kadangkala juga bisa kita rasakan. Saya menamainya ‘hawa’ karena sulit melukiskannnya dengan kata-kata yang lebih tepat. Tentunya yang saya maksud bukan hawa nafsu, tapi hawa yang positif…

Lalu saya juga teringat isi ceramah kajian  seorang Ustadz dari Jakarta yang berkata begini kira-kira;

” Pernikahan itu ibarat gunung yang nampak indah mempesona, ingin sekali kita pergi ke sana. Tapi setelah kita daki, eh ternyata terjal juga ya, dan banyak jurangnya”

He..he…teringat dua hal itu saya jadi merasa geli sendiri dan tersenyum. Tanya kenapa?

Buat yang udah nikah tahu nggak kenapa saya jadi tersenyum? *****

^_^

7 thoughts on “Buat yang udah nikah: baca ini ya…

  1. Berkaca pada diri sendiri, betapa dulu ana mgk spt akhwat2 yg belum nikah tsb.. tapi stlh menjalani pernikahan memang tdk “seindah” bayangan. Suami kita bukanlah manusia yg sempurna, yg tdk punya kekurangan, bahkan sbg orang terdekatnya, kita bakalan mengetahui kekurangan2nya, Begitupun diri ini, biarpun th “ilmu” bgm menjadi seorang istri yg shalilah, tetapi utk selalu taat pada suami bukanlah hal yg mudah.

    Jadi benar kata ustadz tsb, dlm pernikahan pasti akan ada suatu “masalah”, ibarat mendaki gunung yg tdk mungkin akan menemui jalan yg “enak dan lancar”. Akan ada batu terjadl ataupun jurang….

    Ana pernah mendengar cerita seorang ustadz juga umm, bahwa dia pernah mendengar ada ikhwan yg menikah dg seorang akhwat, tetapi setelah menikah ternyata pernikahannya tdk “seindah” spt di buku-buku pernikahan. Isterinya tidaklah “sesempurna” di kitab nikah. Akhirnya ikhwan tsb menceraikan akhwat tsb. Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.. bukankah kita tdk lebih baik dr ummahatul mukmimin ya umm? kalau kehidupan rumah tangga Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam saja pernah ada masalah apalagi kehidupan rumah tangga kita?

    Yang penting dalam berumah tangga adalah jangan sampai kita kehilangan keimanan dan ketaqwaan. dan selalu berdo’a agar suami dan anak-anak mjd qorrota a’yun bagi kita. begitulah kira-kira..

    Afwan, jadi terlalu panjang komentarnya.

    Barokallahu fiik

  2. subhanalloh umm…,,

    kalo boleh menambahkan juga..terkadang sesuatu yang menghambat “pendakian” tidak selalu ditimbulkan oleh kedua belah atau salah satu pihak. ketika ‘timnya’ udah kompak banget pun jika memang harus melalui medan yang terjal dan sulit ya butuh perjuangan keras…

    Ada nasihat yang pernah saya dengar, dan mudah-mudahan bermanfaat:
    ketika di dunia kita menemukan hal-hal yang tidak kita sukai dari masing-masing pasangan kita maka semoga di akhirat kita menjadi sempurna tanpa cela di mata pasangan masing-masing.

    kita manusia biasa tak ada yang sempurna, karena dunia inipun tak sempurna..

    Siip deh umm,
    jazakillahu khoyron katsiro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s