Inilah Hakmu Wahai Wanita

Terkadang seorang wanita berfikir bahwa ketika mereka berada di rumah saja maka mereka tidak bisa berbuat banyak dibanding kaum lelaki. Yang itu artinya bahwa mereka tidak bisa meraup pahala yang banyak pula. Tentu saja itu tidak benar wahai saudariku.


Islam sungguh agama yang sangat sempurna. Segala hal telah teratur dan terperinci  dalam Al-Qur’an dan As- Sunnah. Rasul dan para sahabat menjadi contoh nyata dan teladan kita dalam kehidupan sehari-hari.

Bacalah hadist di bawah ini dan bergembiralah wahai saudariku …..

Asma’ radhiallahu ‘anha adalah termasuk shahabiyah Anshar yang pertama masuk Islam yang keilmuannya sangat luas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr bahwa Asma’ adalah seorang wanita yang cerdas dan bagus agamanya. Asma’ ikut aktif mendengar hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sering bertanya tentang persoalan-persoalan yang menjadikan dia paham urusan agama. Oleh karena itu, ia menjadi ahli hadits yang mulia, sehingga mendapat julukan “juru bicara wanita”. Asma’ dipercaya oleh kaum muslimah sebagai wakil mereka untuk berbicara dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang persoalan-persoalan yang mereka hadapi.

Suatu ketika Asma’ mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan bertanya,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah yang di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah mengutusmu bagi seluruh laki-laki dan wanita, kemudian kami beriman kepada anda dan membai’at anda. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum laki-laki dan kami adalah tempat menyalurkan syahwatnya. Kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Akan tetapi kaum laki-laki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat Jum’at, mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka dan mendidik anak-anak mereka. Maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda, “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agama yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”

Para sahabat menjawab, “Benar, kami belum pernah mendengarnya ya, Rasulullah!”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah wahai Asma’ dan beritahukan kepada para wanita yang berada di belakangmu, bahwa perlakuan baik salah seorang di antara mereka kepada suaminya, upayanya untuk mendapat keridhaan suaminya, dan ketundukkannya untuk senantiasa mentaati suami, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum laki-laki.”

Betapa gembiranya Asma’ mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini tentang hak para wanita. Maka sambil bertahlil dan bertakbir, kembalilah Asma’ kepada para wanita muslimah untuk menyampaikan kabar gembira yang baru saja ia dengar ini. (HR. Muslim)

**Laa tahzan ya ukhty,..

2 thoughts on “Inilah Hakmu Wahai Wanita

  1. Salam Takzim
    Sungguh nikmatnya menjadi seorang wanita, karena
    Bila ia seorang ibu, ditelapak kakinya terdapat sorga
    Bila ia seorang istri pengabdiannya kepada suami diyakini akan masuk surga
    Bila ia seorang dara baktinya terhadap orang tua akan membuka satu pintu Jannah
    Jangan berpikir menjadi seorang pria lebih beruntung, makna kisah dari seorang asma sudah menjadi suri tauladan yang baik
    Salam Takzim Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s