Sepeda yang Mengharukan

Kali ini saya akan bertutur tentang kisah sebuah sepeda…

Si pemilik cerita bertutur pada saya bahwa ketika ia sedang duduk di bangku kuliah ia ingin sekali memiliki sepeda. Namun keinginan itupun tidak langsung terwujud begitu saja karena uang kiriman bulanan juga pas pasan.

Nah pada suatu hari si empunya cerita punya sedikit tabungan dan akhirnya memutuskan pergi ke pasar untuk membeli sepeda. Lho kok ke pasar, bukan ke toko sepeda? Jadi.. dia ingin membeli sepeda di pasar loak karena kalau untuk membeli sepeda yang baru sudah jelas uang tabungannya tidak cukup.

Akhirnya bertemulah ia dengan pedagang sepeda. Ia ditawari sebuah sepeda oleh si pedagang, dan tampaknya ia tertarik membelinya. Namun ketika tahu harganya adalah sekian dan sekian maka iapun mundur teratur. Hmm..uang tabungannya tidak cukup. Akhirnya ia bilang pada si pedagang,”Pak, saya mau beli yang murah aja”. Dengan penuh semangat si pedagang itu menunjukkannya sebuah sepeda. Memang kondisi barangnya tidak bisa dibilang baik.”Kalau mau yang murah ya ini”, begitu kira-kira kata si pedagang. Ya sudah akhirnya ia beli sepeda itu dan dipakai untuk berangkat kuliah ke kampus. Lalu dia bercerita bahwa pernah pada suatu ketika temannya membutuhkan sebuah sepeda dan ia bermaksud baik hendak meminjamkan sepedanya pada teman tersebut, eh ternyata teman tersebut menolak. Lho kok aneh betul, mau ditolong koq ngga mau? Lalu aku tanya,” Emang berapa harga sepeda itu? “….”Enam puluh ribu”, jawabnya polos. Spontan saja saya langsung tergelak…eh maaf bukan bermaksud bagaimana bagaimana tapi, ngga tau kenapa saya ngga bisa menahan ketawa itušŸ™‚

Tapi habis ketawa itu yang ada saya malah jadi terharu…

Huuf…sungguh sebuah sepeda yang mengharukan..

3 thoughts on “Sepeda yang Mengharukan

    • Oiya, lanjutan ceritanya begini….

      Pada suatu ketika si empunya sepeda ini ikutan lomba jalan sehat di kampusnya.Dan ia beruntung mendapatkan hadiah pertama. Mau tahu apa hadiahnya?? SEBUAH SEPEDA yang baru dan bagus pula.

      Hm…akhirnya sepeda “yang mengharukan” kisahnya juga harus berakhir dengan mengharukan….^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s